kadang-kadang ada harga yang harus dibayar mahal untuk sebuah perjalanan hidup.
saat harus memilih, aku memilih untuk mengambil jalan yang ekstrem....
Kamis, Februari 17, 2005
Rabu, Februari 09, 2005
go to Malaysia
20 januari 2005
buruan boarding passnya udah mau tutup
sore jam 17.00 mobil panther unggi dengan driver danu mencoba menembus jalan macet dari semolowaru ke juanda.
cukup stress, mungkin karena besok hari libur idul adha semua orang maunya ke luar kota.
so do i...
hari itu aku, Hendro dan jenik berangkat ke Kuala lumpur.
sampai jemursari mobil haya bergerak tiap seperempat meter saja.
waktu boarding pass pesawatku jam 18.45 dan waktu sudah menunjukkan jam 18.30.
akhirnya kami putuskan turun dari mobil dan mencoba menembus kemacetan dengan ojek.
but, tidak ada ojek di sana.
Mas Faisal guide kami sudah berkali-kali telpon karena cemas.
karena gak ada ojek, hendro mencoba mencegat motor yang lewat di jalan Ahmad yani.
but i guest, the flight is delay
and that it's true.
pesawat delay dan kita masih sempat boarding pass.
sampai KL jam 22.00 dan kita ngendon di bandara hampir satu jam.
trus naek taksi ke bukit bintang yang perjalanannya jauh banget bo'.
akhirnya sampai juga ke daerah yang tak pernah mati...
Bukit Bintang
bayangkan, jam 4 pagi masih banyak toko buka dan manusia berkeliaran, termasuk amoynya.
so kita istirahat jam 4 pagi.
selamat tidur ya...
21 januari 2005
Sunway lagoon show Up
ahhh, gila banget sunway lagoon, sebuah kawasan bekas tambang timah yang disulap
menjadi sebuah kawasan wisata. ada mal, hotel dan waterpark yang dipenuhi segala permainan.
aku disana pertama kali mencoba rollercoaster yang merupakan pengalaman pertamaku naik.
gila bo' sampai tubuh rasanya terhempas ke kanan dan ke kiri.
selanjutnya adalah main di Tomahawk, ini lebih gila lagi, tubuh kita diputar 360 derajat.
setelah main itu kita rasanya mau muntah, mual gak karuan deh. but it's so fun....
malam hari, makan malam di tepi pantai buatan plus ombaknya....
setelah makan malam menikmati pesta kembang api selama 15 menitan katanya sih kalo dirupiahin
abis sekitar 20 M lah.
abis itu kita pulang dan naek taksi. eh belum jauh tali kopling taksi itu putus.
akhirnya kita harus nyegat taksi lagi dan kebetulan drivernya orang Indonesia, namanya Pak edi.
sampai hotel teler berat dan tidurrrrrrr.
22 Januari 2005
stadium bukit jalil
The dream come true
Celebration di sini dan aku sempat makan mie kari di sini yang rasanya pedas banget.
pulang dari situ balik ke hotel trus cabut ke flaminggo hotel di Ampang.
abis dari flaminggo foto-fotoan di twin tower di malam hari.ketemu cewek-cewek Indonesia yang abis belanja.
malam ini malam terakhir, kita nyempetin begadang di kawasan tak pernah mati Bukit Bintang.
ketemu dua orang Indonesia yang berprofesi sebagai pemijat refleksi di kawasan bukit bintang, Pak fadli dan Pak fadil.
balik ke hotel jam 5 pagi. besok mau ikut closing di Putra jaya trus balik ke surabaya.
23 Januari 2005
Putra jaya it's so Hot .......
Panas banget gitu lho...
aku gak berani ke danaunya, karena panas banget, mungkin kalo kita naruh telur di aspalnya langsung mateng.
abis dari itu kita langsung cabut ke bandara. karena masih lama kita ngabisin ringgit kita di bandara buat makan, dan belanja.
aku sih udah capek berat. di pesawat aku beli boneka sama aircraft models punya air asia buat Eci...
ohh....
akhirnya sampai deh di surabaya.
buruan boarding passnya udah mau tutup
sore jam 17.00 mobil panther unggi dengan driver danu mencoba menembus jalan macet dari semolowaru ke juanda.
cukup stress, mungkin karena besok hari libur idul adha semua orang maunya ke luar kota.
so do i...
hari itu aku, Hendro dan jenik berangkat ke Kuala lumpur.
sampai jemursari mobil haya bergerak tiap seperempat meter saja.
waktu boarding pass pesawatku jam 18.45 dan waktu sudah menunjukkan jam 18.30.
akhirnya kami putuskan turun dari mobil dan mencoba menembus kemacetan dengan ojek.
but, tidak ada ojek di sana.
Mas Faisal guide kami sudah berkali-kali telpon karena cemas.
karena gak ada ojek, hendro mencoba mencegat motor yang lewat di jalan Ahmad yani.
but i guest, the flight is delay
and that it's true.
pesawat delay dan kita masih sempat boarding pass.
sampai KL jam 22.00 dan kita ngendon di bandara hampir satu jam.
trus naek taksi ke bukit bintang yang perjalanannya jauh banget bo'.
akhirnya sampai juga ke daerah yang tak pernah mati...
Bukit Bintang
bayangkan, jam 4 pagi masih banyak toko buka dan manusia berkeliaran, termasuk amoynya.
so kita istirahat jam 4 pagi.
selamat tidur ya...
21 januari 2005
Sunway lagoon show Up
ahhh, gila banget sunway lagoon, sebuah kawasan bekas tambang timah yang disulap
menjadi sebuah kawasan wisata. ada mal, hotel dan waterpark yang dipenuhi segala permainan.
aku disana pertama kali mencoba rollercoaster yang merupakan pengalaman pertamaku naik.
gila bo' sampai tubuh rasanya terhempas ke kanan dan ke kiri.
selanjutnya adalah main di Tomahawk, ini lebih gila lagi, tubuh kita diputar 360 derajat.
setelah main itu kita rasanya mau muntah, mual gak karuan deh. but it's so fun....
malam hari, makan malam di tepi pantai buatan plus ombaknya....
setelah makan malam menikmati pesta kembang api selama 15 menitan katanya sih kalo dirupiahin
abis sekitar 20 M lah.
abis itu kita pulang dan naek taksi. eh belum jauh tali kopling taksi itu putus.
akhirnya kita harus nyegat taksi lagi dan kebetulan drivernya orang Indonesia, namanya Pak edi.
sampai hotel teler berat dan tidurrrrrrr.
22 Januari 2005
stadium bukit jalil
The dream come true
Celebration di sini dan aku sempat makan mie kari di sini yang rasanya pedas banget.
pulang dari situ balik ke hotel trus cabut ke flaminggo hotel di Ampang.
abis dari flaminggo foto-fotoan di twin tower di malam hari.ketemu cewek-cewek Indonesia yang abis belanja.
malam ini malam terakhir, kita nyempetin begadang di kawasan tak pernah mati Bukit Bintang.
ketemu dua orang Indonesia yang berprofesi sebagai pemijat refleksi di kawasan bukit bintang, Pak fadli dan Pak fadil.
balik ke hotel jam 5 pagi. besok mau ikut closing di Putra jaya trus balik ke surabaya.
23 Januari 2005
Putra jaya it's so Hot .......
Panas banget gitu lho...
aku gak berani ke danaunya, karena panas banget, mungkin kalo kita naruh telur di aspalnya langsung mateng.
abis dari itu kita langsung cabut ke bandara. karena masih lama kita ngabisin ringgit kita di bandara buat makan, dan belanja.
aku sih udah capek berat. di pesawat aku beli boneka sama aircraft models punya air asia buat Eci...
ohh....
akhirnya sampai deh di surabaya.
Sabtu, Februari 05, 2005
Seharian lagi
di rumah sekarang menghadapi tiga komputer, bertarung melawan waktu....
aduh selesai kagak proyeknya ya...
kadang emang harus sedikit memejamkan mata untuk membayangkan apa yang terjadi sedetik atau dua detik yang akan datang....
jadi sabar ya mas artha...
besok pasti jadi lebih indah
aduh selesai kagak proyeknya ya...
kadang emang harus sedikit memejamkan mata untuk membayangkan apa yang terjadi sedetik atau dua detik yang akan datang....
jadi sabar ya mas artha...
besok pasti jadi lebih indah
Jumat, Desember 17, 2004
MEMBUNYIKAN LONCENG KOTA TIGA KALI
Dengarkan aku ....
Pada hitungan yang ketiga, Teman...kita tarik tiga kali tali tua itu !
Buatkan aku tiga buah guncangan yang hebat
Tunjukkan padaku, Teman,maka kita akan buktikan pada Penguasa Kota: kita tak bersalah atas dosa ini
Saat lonceng kota berbunyi untuk yang ketiga kalinya setidaknya pasti ada seseorang yang terbangunkan, dan...:
Ia akan membunyikan lonceng kota kita untuk yang keempat kalinya...
Akhir 2004(Streamy bercakap dengan seorang pejalan dari Kota Seberang Sungai )
Pada hitungan yang ketiga, Teman...kita tarik tiga kali tali tua itu !
Buatkan aku tiga buah guncangan yang hebat
Tunjukkan padaku, Teman,maka kita akan buktikan pada Penguasa Kota: kita tak bersalah atas dosa ini
Saat lonceng kota berbunyi untuk yang ketiga kalinya setidaknya pasti ada seseorang yang terbangunkan, dan...:
Ia akan membunyikan lonceng kota kita untuk yang keempat kalinya...
Akhir 2004(Streamy bercakap dengan seorang pejalan dari Kota Seberang Sungai )
Not only is the group successful, its individual members have all had solo achievements that other artists could only dream about. So why do they need to still come back as a group to release their sixth album, Destiny Fulfilled?
"People ask why," Beyonc?says in a recent interview with MTV.com. "We're friends. We enjoy each other. We sound good together. We grew up together and hopefully we can set an example for other groups, and other female groups especially, that you can support each other and not be insecure and be happy for one another. And it's OK to do solo projects and to grow up and get a life. But it's also OK to come back together."
Destiny Fulfilled is filled with soaring harmonies, rich with rhythm and nuance and brimming with a passionate, purposeful style that is quintessentially their own. Destiny Fulfilled is not only the strongest album of the group's career: it is the album they were destined to make.
Destiny Fulfilled is executive produced by Beyonce Knowles, Kelly Rowland, Michelle Williams and Mathew Knowles. Beyonce is the key producer of all the album's tracks and the record's musical concepts and vocal arrangements are the result of her artistic vision. Her tireless work ethic and attention to studio details have created the masterfully seamless flow, boundless energy and exquisite polish of Destiny Fulfilled.
Listening to Destiny Fulfilled, you are immediately struck by Destiny's Child growth as singers, songwriters, artists and women. Destiny Fulfilled is markedly more mature and focused, reflecting Beyonce's, Kelly's and Michelle's emotional development while mirroring their true-life experiences.
"You hear our vulnerability," Beyonce offers. "We've always had strong songs that encouraged women and you still hear that this time, but you will also hear our weaknesses: the crying, the laughter, the friendship. The song on this album are far more layered and involved because we have the tools to talk about a lot more, because we're older and have experienced a lot more than we did when we were teenagers."
Beyonce, Kelly and Michelle have used the lessons learned during their own solo excursions to create the most unified and powerful Destiny's Child album to-date. With Destiny Fulfilled, the group delivers on the promise of its earlier recordings to breathe new fire into the worlds of contemporary pop and R&B music.
ZoukOut Singapore 2004
Back in Sentosa after last year's only change of venue at Marina South, ZoukOut Singapore 2004 was everything one would expect of this annual event. It was so well organized -- from transportation to crowd control to toilet facilities to the excellent music and the various little activities. An estimated 15,000 people were at Tanjong Beach to party till dawn.
Crowd favorites DJs Jazzy Jeff, Timo Maas, Paul Van Dyk and Pippi had thousands gyrating to their music. Tired feet could rest on the sand or chill out with drinks or food. But by and large, the beautiful people at ZoukOut were hell bent on having a great time dancing to the groovy music.
Kekasih, adalah bulan benderang yang mengajarku tentang kasih sayang. Tetapi aku tak ingin mencintaimu seperti mencintai rembulan, karena itu berarti aku tak bisa memelukmu dan memberi ciuman.
Adalah kecantikan tubuhmu yang aku rindu, sedangkan cantik ruhmu telah aku gauli setiap waktu. Tetapi melankolia para pecinta menganggap itu dosa. Bagiku tubuh itu yang layak kupeluk cinta, meski tak kekal dan niscaya menua.
Kekasih, kuingin mengusir rembulan karena ia telah menghuni kamar yang seharusnya milikmu. Sedangkan aku takut tidur sendirian. Meski dengan ruhmu aku selalu bercakap, bercengkrama, tanpa tubuhmu hanya seperti hantu rasanya.
Semalam aku bermimpi, melihat tubuhmu mengeras besi, menjelma sepahat patung yang dingin. Begitu angkuh, begitu jauh. Aku takut mimpi itu menjadi nyata, karena patung tak bisa naik kereta menuju kota pertemuan kita. Kalaupun bisa, tentu tak enak dipeluknya.
(2)
Kekasih, mungkin kau akan menjadi semakin ragu pada diriku, pada dirimu sendiri. Maka aku akan menyarankan untukmu mendengarkan detak jantungmu sendiri, dan aku akan bersiap-siap terbakar matahari begitu fajar pecah nanti. Kita sama tahu, cinta adalah nama lain dari keraguan. Tetapi, Sayang, bukankah keraguan pula yang melahirkan puisi-puisi kita? Aku telah begitu akrab dengan ruhmu yang ragu, bukankah ruh kita telah lama saling mencumbu?
Tubuhmu adalah jawaban setiap keraguanmu, keraguanku. Dialah prosa yang selama ini belum pernah berhasil aku tuliskan. Kerinduanku padamu adalah kerinduanku pada tubuhmu, karena sekali pernah kuacak rambutmu dan sejak itu kutukan telah melekat di rajah telapak tangan kananku. Meski sering aku berdamai dengan dunia, dengan jarak tempuh kereta atau sejauh dering pulsa. Artinya, telah sekian lama aku coba mengingkari tubuhmu yang seluruhnya tersenyum.
Suratku ini menakutkan, katamu? Apatah yang engkau takutkan, Sayang, kecuali hantu waktu dan bayang-bayang? Keraguanmu adalah keraguanku. Engkau bersembunyi di balik baju kerjamu, mencoba menipu waktu, sedangkan aku bersembunyi di balik rambut panjangku: tanda penantianku pada tubuhmu. Aku tahu, kurasakan pula detak kecemasan itu. Ketakutan akan polusi dalam aura yang telah sekian lama menghiasi sajak-sajak kita. Tetapi tak perlu kita ingkari jantung sendiri, karena bila ia jadi malfungsi, biaya operasi mahal sekali.
(3)
Kekasih, ini adalah suratku yang terakhir untukmu.
Mimpiku menjadi kenyataan, bahkan lebih buruk. Tubuhmu benar menjelma patung besi yang bisu, bahkan ruhmu pun tak mau lagi bercakap denganku. Meski masih terlihat segaris senyuman dari bibirmu yang masih saja indah meski telah mengeras-mendingin.
Angin telah mengabarkanku tentang dirimu yang berubah dan ruhmu tak lagi datang menyapa. Maka aku telah menarik pelajaran darinya. Adalah aura kita yang ingin kaupelihara, bukan cinta, karena kita memiliki definisi berbeda atasnya. Sementara aku, calon penyair yang pemurung ini, kini asyik memandangi potret wajahmu yang tersisa (karena tubuhmu telah tak mungkin lagi kurindu) sambil membayangkan kisah asmara dalam prosa yang enak dibaca, bukan puisi yang seringkali nirlogika. Aku mulai melirik, mencari-cari lagi di mana kusimpan kotak harmonika.
Kekasih, akan kusimpan kutukanmu di telapak tangan kananku, dan semoga harmonikaku akan semakin panas olehnya sehingga akan segera kutemukan nada (meski patah-patah) bersamanya. Lalu engkau akan tetap membatu menunggu sepotong hati yang hangat (bukan hatiku yang merindu tubuhmu) untuk melelehkanmu kembali menjadi adonan yang cair. Mungkin pula engkau akan menunggu bayang-bayang itu dengan setia, begitu kaupercayai sebagai belahan jiwa.
Diriku yang jahat, akan mendoakan agar mentari cepat meninggi, agar bayang-bayang itu menderita. Diriku yang lain akan menyerah kepada embun dini hari. Biasa, mengadukan luka.
Luka biasanya akan memberiku puisi, tetapi aku sedang puasa, Sayang. Puisi membuatku syahwat akan dirimu. Karena itu aku berpuasa. Puasa puisi. Tetapi engkau tak perlu peduli, karena ini tak ada hubungannya sama sekali dengan dirimu yang menjelma batu; kenyataan yang selalu memedihkan sudut mataku setiap kali kuteringat itu.
Aku akn masuk kembali ke bilikku yang sumpek dengan berbagai macam bau (sayangnya tak ada bau keringatmu). Aku akan bunuh diri, terjun ke dalam kedalaman palung paling gelap. Mungkin di sanalah aku ditetapkan berada. Di negeri bayang-bayang. Negeri hantu. Mungkin di situ akan kutemukan ruhmu yang (tak lagi) ragu. Meski takkan kujumpai lagi tubuhmu (yang sudah mematung itu, ingat?), hanya ruhmu. Hanya ruhmu.
Ya, kekasih, aku akan menunggu ruhmu di situ. Mungkin takkan pernah bertemu. Mungkin akan kutemu ruh-ruh yang lain, bayang-bayang yang lain, hantu-hantu yang lain. Tetapi satu hal sudah kupastikan. Akan kunyalakan terus kotak komputerku. Siapa tahu akan kuterima emailmu. Siapa tahu?
Kamis, Desember 16, 2004
ketika cinta datang
hidup bukan hanya untuk memikirkan cinta. betapa banyak airmata keluar hanya demi cinta. sejahat itukah dia?sampai-sampai manusia bisa menangis semalaman karena kecewa olehnya. lalu untuk apa?!diluar sana banyak debu, yang dibawa tiap kali angin berhembus. bagiku cinta hanya putih, bersih, suci, cantik, tidak berdebu. adanya cinta ya didalam sini, karena disini bebas debu, tiap pagi disapu dan dipel. maka sebutir debu saja akan nampak oleh mata. kalau begitu untuk apa pergi keluar kalau adanya cinta justru didalam sini? mencari cinta diluar, karena katanya diluar itu indah. hah! bohong! itu kamuflase belaka! kata siapa diluar itu indah?diluar itu dunia, dunia itu semu. dunia memiliki 1001 macam cara untuk menampakkan keindahan. keindahan semu. kata siapa cinta membutuhkan keindahan? memang keindahan itu apa sih? kalau cuma mau merasakan keindahan, ya jangan bawa-bawa nama cinta atuh! karena cinta itu lapang, dia berjiwa besar dalam menghadapi realitas. cinta bukan meminta, tapi memberi sebelum orang-orang kelaparan. lalu bagaimana dengan realitas kehidupan? bahwa hidup butuh makan? butuh duit gitu? ya emang begitu, makanya hidup bukan hanya untuk memikirkan cinta. cinta bukan untuk dipuja, didewa-dewakan. lalu untuk diapakan? entah. tapi coba deh, pikirkan hal-hal lain selain cinta, tapi dengan hati terbuka dan bersih seperti di dalam rumah yang setiap pagi disapu dan dipel. kau tahu, ternyata cinta akan datang dengan sendirinya. karena dia itu pada dasarnya putih, bersih, suci, cantik,dan tidak berdebu. cinta yang sebenarnya itu, yang sejati itu, akan datang mengetuk pintu, mungkin membawa setangkai mawar dan sekotak coklat. entahlah, banyak hadiah yang tak terduga yang dapat cinta berikan. dan dia tak akan pergi ketika pintu dibuka. karena dia tulus. barulah disitu akan terlihat suatu keindahan yang hakiki.
Rabu, Desember 15, 2004
sambil ngajar...
hari ini selesai juga skripsiku, cuma aku gak tau sama dosenku bisa maju gak.
sambil ngajar, ngirim blog....
materi hari ini upload website.
ntar sore ikut diskusi Liga Berpikir Bebas.
aku gak tau sekarang berapa yang ikut. Bulan lalu sih 12 orang. topik hari ini adalah rasionalisasi barat dari mitos sampai pencerahan. pembicaranya kawan dari Malang.
Let's do it n enjoy U're Day.
--- Moon I Still Love U ----
Howgh! Streamy Telah Berbicara
sambil ngajar, ngirim blog....
materi hari ini upload website.
ntar sore ikut diskusi Liga Berpikir Bebas.
aku gak tau sekarang berapa yang ikut. Bulan lalu sih 12 orang. topik hari ini adalah rasionalisasi barat dari mitos sampai pencerahan. pembicaranya kawan dari Malang.
Let's do it n enjoy U're Day.
--- Moon I Still Love U ----
Howgh! Streamy Telah Berbicara
Langganan:
Postingan (Atom)