Sabtu, Februari 02, 2008

Polycarpus dihukum 20 tahun penjara di pengadilan Peninjauan Kembali MA

Akhirnya pengadilan Peninjauan Kembali MA yang diketuai oleh Bagir Manan menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara atas Polycarpus dengan keputusan “Bersalah atas pembunuhan berencana dan pemalsuan surat”. Yah, keputusan ini cukup menggembirakan, mengingat sebelumnya MA menjatuhkan keputusan bebas kepada Polycarpus.

Perjalanan kematian Munir memang begitu panjang, seakan-akan menyiratkan jalan perjuangan Munir membela Hak Asasi Manusia. Saya mengenal Munir ketika tahun 2000. Di saat itu saya berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Penyusunan Format Aksi dan Pelayanan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) sebagai wakil dari GMKI cabang Surabaya. Setelah selesai penyusunan Format Akspel tersebut, kami berniat untuk menyuarakan hasil penyusunan Akspel tersebut ke DPR RI yang sangat kebetulan Forum Komunikasi Pemuda Indonesia (FKPI) juga akan melakukan hearing ke DPR RI. Karena itulah GMKI mencoba nunut agenda tersebut. Nah, sangat kebetulan kantor Kontras berada dekat dengan sekretariat Pengurus Pusat GMKI di Salemba, saya mencoba mengunjungi kantor Kontras dan bertemu dengan saudara Munir di sana.

Ah, ketika Munir dikabarkan meninggal dalam perjalanan ke Belanda, di mana ia akan melanjutkan sekolah S2 nya disana, saya Cuma mengira Munir meninggal karena sakit Lever, karena biasanya aktivis meninggal karena penyakit tersebut, hehehe ini asumsi konyol saya waktu itu. Ternyata kejadian itu terkuak ketika badan otopsi Belanda menyatakan bahwa kematian Munir disebabkan karena racun Arsenik.

Jujur saya mendengar racun arsenik itu di film James Bond. Dan memang agen rahasia banyak yang memakai racun ini karena korban hanya nampak seperti terkena serangan jantung saja [ahhh, ini asumsi saya lagi karena kebanyakan nonton James Bond]. Dan ternyata kawan Munir meninggal karena racun favorit para agen rahasia itu.

Dan, akhirnya setelah tiga tahun kematian misterius Munir, mulai terkuak sedikit demi sedikit kebenaran itu. Dan yang paling menjengkelkan adalah bagaimana Polycarpus menyangkal itu semua, meski istri Munir sendiri lebih menyukai bukan Munir saja yang diseret di pengadilan, tetapi dalang dari itu semua.

Memang jika melihat dari kesaksian Budi Santoso, salah satu anggota BIN yang menjadi saksi yang tercatat dalam BAP, dikatakan bahwa Polycarpus beberapa kali datang ke kantor BIN, bahkan Budi Santoso sendiri juga melihat draft surat penugasan Polycarpus. Sayangnya Budi Santoso bagai hilang di telan bumi dan tak bisa dihadirkan di pengadilan.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah hukum di Indonesia juga bisa menghadirkan pejabat BIN yang kemungkinan terlibat dalam pembunuhan Munir untuk mendengar motif dibalik pembunuhan Munir? Semoga saja bisa, karena dengan demikian Indonesia akan menjadi selangkah lebih maju dalam penegakan HAM.

Konfirmasi awal masuk kerja bagi CPNS Universitas Trunojoyo

Walah, judulnya kayak sesuatu yang resmi aja ya. Mulai hari kamis kemarin [24 januari 2008] aku coba menelpon ke Universitas Trunojoyo, tapi selalu dijawab sedang sibuk oleh penjawab telepon. Sampe saking penasarannya aku coba pada malam hari, eh ternyata jawabannya sama aja. Akhirnya jumat pagi aku coba lagi, ealah gak bisa lagi. Akhirnya siangnya aku coba tanya nomor lain yang dipunya Universitas Trunojoyo, dan dapat beberapa nomor yang emang beda dengan nomor yang aku punya. Setelah aku dapat nomor itu, aku coba iseng nelpon ke nomor yang aku punya, ternyata nyambung deh.

Setelah nanya info tentang kapan mulai masuk, mereka bilang masih jadwalin pelatihan untuk pegawai baru entah februari ato maret. Wah ni berarti masih lama ya masuknya, secara aku udah jadi pengangguran begini, hehehe.

Tapi beda banget dengan kak Yudi yang udah masuk dengan rapat-rapat dosennya, hehehe. Ngapain ya pake rapat segala, wong secara formalitas belum masuk. Tapi mungkin aja supaya dosen-dosen baru itu bisa adaptasi dengan lingkungan kerjanya kali. Ah, gak tau lah. Mari kita tunggu aja deh setelah masuk ntar.

Hari ini agak Flu

Duh, hari ini agak flu, males mo ngapa-ngapain. Akhirnya ya udah utak-utik koding aja. Masih banyak yang perlu dipelajarin nih. Otre…

Review Film Otomatis Romantis

Sabtu malam ini Om teduh sama tante [papa n mamanya Tere] medapatkan undangan pertunangan anak seorang temannya di Pakuwon Indah. Nah, Andre sama Keke juga ikut ke Sidoarjo. Acara pertunangan ala Tionghoa itu berlangsung malam hari. Nah karena Om teduh gak ngerti dimana tempat acaranya, trus kami nganterin sampe ke tempat acara. Setelah itu kami jalan-jalan ke Delta sekalian nonton film sama beli DVD Romantic Princess buat Keke.

Nah, akhirnya kami memilih film yang baru kemarin tanggal 18 Januari tayang di Bioskop yaitu “Otomatis Romantis”. Dengan harapan nama besar Tukul yang menjadi salah satu aktornya menjadi jaminan bahwa film ini menjadi film yang “Gila”.

Akhirnya kami berempat masuk dan menonton film yang dibintangi oleh nama-nama besar seperti: Tarsan, Chintami Atmanegara, Tora Soediro, Wulan Goeritno dan banyak lainnya. Dan yang paling ditunggu-tunggu tentu saja aksi Tukul Arwana yang merupakan aksi pertamanya di layar lebar.

Setting awal adalah diperlihatkan adegan permainan judi Trisno yang menggadaikan sepeda motor adiknya Bambang (tora Soediro) untuk judi, padahal motor itu adalah alat transportasinya ke kantor. Dikisahkan Bambang adalah seorang pegawai administrasi yang bekerja di sebuah majalah wanita yang dipimpin oleh Marsha Timothy.

Keinginan Bambang adalah bisa mengisi artikel di majalah ini. Sampai suatu saat Bambang memberanikan diri untuk menghadap pemimpin redaksi dan memohon agar bisa mengisi artikel di majalah tersebut dengan pengalaman pernah menjadi reporter majalah pertanian di desanya. Lucunya lagi, seakan hendak menyindir rame-ramenya pejabat yang mengunjungi mantan presiden Soeharto, Bambang pun juga dengan tidak kalah bangganya menunjukkan fotonya dengan mantan orang hebat di masa orde baru tersebut.

Dan akhirnya dengan tegas Timothy menolaknya, karena ia meragukan kemampuan Bambang menganggap kalo bahasa tulisan di majalahnya berbeda dengan majalah pertanian tersebut.

Sampai suatu saat, Bambang secara tidak sengaja menjadi model di majalahnya karena model yang sesungguhnya tidak dapat datang. Awalnya Timothy menolak, tetapi karena pemasang iklan ternyata menyukai modelnya akhirnya Bambangpun menjadi model tetap untuk iklan tersebut.

Timothy yang seorang lajang, sebenarnya sudah dipaksa untuk segera menikah. Orang tuanya selalu mencontohkan kakaknya yang dianggap paling sukses, karena telah menikah dengan orang kaya dan telah memberikan cucu. Tak dinyana, pada saat berkumpul dengan kakak dan adiknya, kakaknya tersebut mengungkapkan kalo ia dan suaminya, Dave akan bercerai. Nah, si Timothy tambah tidak yakin dengan institusi perkawinan dan mereka bertiga pun bersepakat menyembunyikan persoalan ini di depan orang tuanya, karena takut orang tuanya shock mendengar musibah anak yang telah dibanggakan itu.

Pada suatu saat, Timothy memakai xxx, anak kakaknya menjadi model majalahnya yang bertemakan hubungan orang tua yang sibuk dengan anaknya. Pada saat itulah Dave datang ke kantor majalah tersebut dan marah-marah kepada isterinya karena menganggap anaknya telah dipekerjakan. Dave yang ternyata diperankan oleh Tukul Arwana, dengan aksinya yang kocak, sampe Wulan Goeritno yang berperan sebagai istrinya, mengaku pada saat beradu akting dengan Tukul dia tidak pernah sekalipun melihat wajah Tukul karena takut akan tertawa. Di tengah pertengkaran itu, anak kakaknya tiba-tiba hilang dan ternyata sudah ada dipelukan Bambang. Si Timothy pun tidak menyia-nyiakan dan segera mengambil foto mereka berdua.

Pada saat pengambilan foto untuk iklan di peternakan Kuda milik Dave, Bambang bertemu dengan Dave dan ia bertanya kenapa Bambang bisa akrab dengan anaknya sedangkan ia tidak pernah bisa akrab dengan anaknya. Si Bambang menyarankan untuk lebih mendekati istrinya.

Untuk mengakrabkan lagi dengan keluarganya, Dave mengundang keluarga mertuanya untuk makan malam. Pada saat itu Dave menyuruh Timothy untuk mengajak Bambang, karena ia menganggap Bambang adalah kekasih Timothy, meski hal itu sudah disangkal oleh Timothy. Pada saat makan malam itulah, keinginan cerai wulan terungkapkan secara tidak sengaja oleh Timohty yang keceplosan. Marah besarlah Tarsan. Pada saat itu ada adegan yang sangat lucu, yaitu pada saat Dave ingin mengungkapkan kata-kata terakhirnya. Kata-katanya begini : “Sudah siapkah kamu kehilangan orang sedahsyat aku?”, hehehe, jayus banget ya….

Ternyata Timothy tuh takut untuk pacaran karena dia menganggap kalo perempuan di keluarganya tuh dikutuk kalo akan mendapat pasangan yang jelek, meski mereka cantik-cantik. Contohnya kakaknya mendapat Dave yang kayak lele dumbo dan adiknya yang pacarnya dikatakan beruk. Tapi saudara-saudaranya menyemangati karena Bambang tidaklah seburuk itu. Akhirnya mereka menyarankan untuk mengikuti petunjuk sesuai tips yang ditulis oleh dirinya, yaitu cara wanita menggaet pria.

Tips yang pertama adalah memberikan yang dia mau. Timothy memberikan kesempatan Bambang untuk menulis artikel, dan ternyata tulisannya sangat tidak sesuai dengan majalahnya. Tips yang kedua adalah melakukan aksi terlebih dahulu, dan Timothy pun mencium Bambang, dan Bambang hanya beristigfar. Sampe suatu saat, Bambang datang ke ruangannya dan meminta ijin untuk meminjam uang untuk menikah. Marahlah ia karena menganggap Bambang adalah Playboy dan tukang hamilin anak orang. Akhirnya terputuslah hubungan mereka.

Dan pada akhirnya Timothy pun tahu, ternyata bukan Bambang yang menghamili tetapi kakaknya si Trisno yang menghamili dan akhirnya kakaknyalah yang menikah. Dari situ ia kembali jatuh cinta kepada Bambang.

Mmmm, film ini alurnya tertata rapi, mungkin karena ada Bang Monty Tiwa di produsernya ya dan penulis naskahnya juga bang Monty Tiwa yang emang keren abis deh. Cuma emang ada beberapa kekurangan sana-sini menyangkut kemustahilan. Misalnya, di hari serba digital ini, ngapain si Bambang fotocopy majalah edisi baru untuk arsip, benar-benar aneh. Trus pacar adiknya terlihat di ruangan kantor majalah tersebut, apakah bisa diambil kesimpulan kalo pacar adiknya adalah karyawan di majalahnya? Trus mengenai tips yang ditulisnya sendiri di edisi lima, sangat mustahil dia tidak hapal dengan tips yang ditulisnya sendiri, lagi pula dia malah minta sekertarisnya mencari majalah edisi ke lima tersebut, bukannya dia yang buat, kan mestinya dia punya arsip pribadi dalam bentuk document file kek di komputernya, benar-benar aneh.

Btw, keanehan tersebut sama sekali tidak mengganggu cerita film tersebut. Meski masih kalah lucu dengan Quikie Express, layaklah kalo film ini dapat bintang tiga dari aku. Keren dan layak untuk ditonton.

Pipa PDAM pecah lagi

Sial…

Minggu pagi kemarin, aku yang sedang tertidur pulas di ruang komputer dibangunkan sama tere. Dia bilang airnya mati. Seketika itu juga aku bangun dan coba melihat di tandon air, ternyata emang benar, air di tandon udah habis. Aku coba lihat tetangga, ternyata dia malah asyik nyuci mobil. Haahhh!!! Masak sih di rumahku aja yang airnya mati.

Ehhh, gak berapa lama di tengah-tengah waktu nyuci mobil tiba-tiba airnya mati dan dia istrinya teriak, “Pa, airnya habis!!!”, ealah ternyata dia gak sadar kalo air mati dan dengan tenang nyuci mobil tarunanya. Setelah nelpon ke pos Security perumahan, ternyata emang bener air PDAM mari karena pipanya pecah di jalan raya Porong.

Waktu itu di rumah ada Andre, kakak Tere; Keke, adik tere; aku dan Tere. Pagi itu Andre udah mandi duluan. Akhirnya kami Cuma bisa cuci muka seadanya dan sikat gigi pake air Aqua, trus cabut ke wisma daerah Jember di Gayungsari buat mandi di sana.

Ini yang sudah ke – 38 kali pipa PDAM yang ada di jalan raya Porong pecah lagi dan lagi. Padahal secara biaya air PDAM yang baru jumat kemaren aku dapat edarannya kalo akan naik di bulan Februari. Dan belum enam bulan semenjak terakhir bulan agustus 2007 sudah naik. Trus gimana dong nasib kami para pelanggan yang setia. Sebab gak ada solusi lagi selain berlangganan air PDAM. Air tanah di daerah Sidoarjo ini agak payau, jadi berasa asin kalo dipake.

Menurut Humas PDAM Sidoarjo, pipa yang melalui jalan raya porong, pecah akibat pergeseran tanah (duh Gusti, another impact of Porong disaster again!!!). dan pipa tersebut milik PDAM Surabaya [ Kompas Jatim, Senin 21 Januari 2007 ]. So tanggung jawab perbaikan pipa berada di bawah kewenangan PDAM Surabaya.

Padahal, kami para pelanggan ini harus membeli air yang berharga setengah dari biaya bulanan berlangganan PDAM itu sendiri, kata seorang pelanggan di koran itu juga.

Emang sih, air yang dijual di perumahanku berkisar Rp. 18.000 – Rp. 40.000. itu sangat tergantung dari lamanya air PDAM mati. Bahkan pernah empat hari air PDAM mati, dan air yang dijual pun sekitar Rp. 40.000 per tandon yang hanya cukup untuk sehari aja [ asumsi pemakaian hanya untuk mandi secukupnya untuk dua orang kayak di rumahku ]. lah itu kan udah hampir 3/4 dari biaya berlangganan sebulannya yang rata-rata kalo di rumahku sekitar 50 – 60 ribu.

Trus, sebagai perusahaan publik, bisa gak kita menuntut tanggung jawab PDAM yang telah gagal melayani pelanggannya???

Akhirnya di kamar mandi wisma daerah Jember di Gayungsari yang ternyata kehabisan air juga, aku Cuma bisa termenung sembari berdoa, “Ya Tuhan, semoga cawan lumpur Lapindo ini segera berlalu dari kami”

Review Film Skin Walkers

Ini adalah film yang aku gagal nomat hari senin kemarin. Yap Skin Walker, kata pacarku filmnya keren, hampir kayak I’m the Legendnya Will Smith gitu. Penasaran juga.

Ternyata kemarin malam, pacaraku bawa DVD bajakannya yang dipinjem dari teman kantornya. Lumayanlah buat preview nonton di rumah.

Film ini diawali dengan adegan kejar-kejaran. Seseorang yang dikejar itu lalu ketangkep dan dibunuh. Sementara peta yang dibawanya diambil dan dibagikan kepada kelompok-kelompok gerombolan tersebut.

Sampai sini, masih belum ngeh jalan ceritanya….

Adegan selanjutnya di sebuah rumah, ada sekelompok orang yang menonton video yang menampilkan seorang anak yang mereka yakini adalah sebuah legenda hidup, dan akhirnya mereka yang ada di rumah tersebut mengikatkan dirinya di dalam bunker rumah tersebut. Saat mengikat diri tiba-tiba lampu rumah itu padam dan salah seorang dari mereka yang tidak terikat memeriksa sekering rumah itu, dan ternyata ada sekelompok orang yang masuk ke dalam rumah tersebut dan membunuh orang yang memeriksa sekering tersebut dan masuk ke dalam bunker tersebut dan menanyakan keberadaan seorang anak. Mereka yang mengikatkan dirinya tidak mengaku dan akhirnya dibunuh.

Akhirnya kelompok yang datang ke rumah tersebut menyaksikan video tentang anak itu. Setelah meneliti video tersebut, mereka berhasil mendapatkan lokasi kota tempat tinggal anak itu.

sampai adegan inipun, aku masih bingung ceritanya tentang apa ini?

Selanjutnya adalah adegan seorang anak yang terkena asma. Ibunya mencoba membantu anak tersebut tapi anak tersebut masih belum tertolong. Akhirnya ada seorang yang membantu menyembuhkan dengan menghirupkan sebaskom air panas ke anak itu dan anak itu berhasil sembuh.

Keesokan harinya, ibunya yang seorang kasir swalayan berangkat kerja, yang dia herankan adalah kejadian malam tadi, tentang anaknya yang terkena asma sudah diketahui oleh seluruh kota.

Pada saat itu, kelompok pemburu anak itu tiba di kota itu. Anak itu yang bersama neneknya bertemu dengan kelompok itu dan akhirnya neneknya terlibat adu tembak dengan kelompok tersebut, mendengar adu tembak itu, warga kota segera menolong nenek itu dengan menghujani kelompok itu dengan tembakan.

Karena situasi yang mendesak, akhirnya beberapa orang melarikan anak tersebut dengan truk. Pada saat di truk itulah Tim, nama anak itu diceritakan tentang awal mula kejadian tersebut. Diceritakan, dia adalah sebuah legenda yang dapat menghapus kutukan manusia serigala. Pada saat berumur tiga belas tahun, yang berarti tiga hari lagi adalah hari dimana kutukan terhadap manusia serigala dipatahkan. Legenda bermula dari cerita bahwa yang dapat mematahkan kutukan adalah seorang anak hasil perkawinan antara manusia biasa dengan manusia serigala. Tim adalah hasil keturunan manusia biasa yaitu ibunya dengan ayahnya yang seorang manusia serigala.

Dikisahkan ada dua kelompok manusia serigala yang berbeda pendapat mengenai legenda tersebut. Yang pertama adalah kelompok yang ingin terlepas dari kutukan, mereka adalah kelompok yang melindungi Tim, sedangkan kelompok yang kedua adalah kelompok yang beranggapan bahwa manusia serigala adalah ras lain dari mahluk hidup, dan kebiasaan menghirup darah manusia adalah kebiasaan yang sudah mendarah daging, kelompok inilah yang menginginkan Tim mati sebelum umur tiga belas tahun.

Adegan selanjutnya adalah kejar-kejaran antara dua kelompok, sampai pada puncaknya adalah saat Tim tiba-tiba pingsan dan dilarikan di rumah sakit. Di rumah sakit itulah kedua kelompok bertemu lagi dan akhirnya saat kelompok pelindung Tim hendak menyelamatkan diri dari rumah sakit, tak dinyana salah seorang kelompok pelindung itu menjadi sandera kelompok pemburu. Di saat itulah baru disadari oleh Tim dan ibunya, bahwa salah seorang pemburu itu ternyata adalah ayah dan suaminya yang dikabarkan telah meninggal yaitu, Caleb.

Akhirnya kelompok pelindung Tim berhasil menyelamatkan diri dan berlindung di sebuah gua. Ternyata salah seorang anggota kelompok pelindung tidak merelakan pacarnya yang disandera kelompok pemburu. Dan tanpa disadari pada saat membawa kembali pacarnya, pacarnya tersebut telah menjadi manusia serigala yang ganas dan berhasil membunuh beberapa orang kelompok pelindung tersebut. Akhirnya tersisa Jonas, paman Tim bersama Tim dan ibunya, merekapun berlindung di sebuah pabrik.

Di pabrik inilah merupakan pertarungan terakhir antara kelompok pemburu yang tersisa tiga orang dengan Jonas, Tim dan ibunya. Sebelum bertarung, Jonas, paman Tim berpesan, jika ia menjadi manusia serigala yang ganas ia minta dirinya ditembak.

Akhirnya pertarungan pun dimulai, pada saat terakhir, ketika kedua orang anggota kelompok pemburu berhasi dibunuh, bertarunglah Jonas dengan Caleb, ayah Tim. Pertarungan ala manusia serigala ini akhirnya dimenangkan oleh Jonas yang menggigit leher Caleb. Karena sudah mengigit leher Caleb, Jonas akhirnya menjadi manusia serigala yang buas, dan akhirnya ibu Tim menembaknya sampai mati.

Ternyata Caleb belumlah mati , akhirnya ia berhasil menggigit Tim. Akan tetapi ibu Tim berhasil mendorong Caleb hingga jatuh dari tingkat atas. Ternyata pada saat jatuh, Caleb berubah menjadi manusia biasa. Akhirnya mereka berkumpul lagi, dan berkesimpulan bahwa darah Tim lah yang bisa menyembuhkan manusia serigala dari kutukannya. Itulah akhir cerita film ini.

Mmmmm, film ini awalnya keren, yah pada saat adegan awal kejar-kejaran tersebut. Tetapi lama kelamaan menjadi sangat tidak realistik. Yang pertama adalah jumlah orang yang terlihat dalam film tersebut sangat sedikit. Misalnya di kota tempat Tim disembunyikan. Masak kota segede itu, pada saat adu tembak dengan kelompok pemburu, orangnya Cuma kurang dari sepuluh, yang bener aja. Mestinya kan kelompok pemburu yang saat itu Cuma berempat mampus tuh dikeroyokin orang sekota, ya gak. Trus waktu adegan tembak-tembakan di rumah sakit yang diakhiri dengan suara sirine polisi trus mereka akhirnya pada kabur, respon polisi sangat lamban padahal udah terjadi bunuh-bunuhan di rumah sakit tersebut. Yang kedua, aku gak tau settingnya ini pada jaman apa, sebab adegan awal diceritakan banyak kelompok pemburu yang disebar untuk mencari anak legenda itu, tapi yang keliatan getol memburu ya Cuma kelompoknya Caleb doang, lagian kan begitu Caleb udah nemuin lokasi tuh anak, tinggal di calling aja tuh kelompoknya ato di tentukan koordinatnya lewat GPS ato ditanamkan alat pelacak GPS di mobilnya si Tim kan beres dah. Yang ketiga adalah ketidak konsistenan tentang legenda manusia serigala, katanya manusia serigala berubah menjadi serigala pada saat bulan purnama saja, nyatanya tiap malam mereka berubah bentuk. Terus katanya manusia serigala hanya mati oleh peluru perak yang menembus jantung (meski sempat dipake pada awal adegan, dimana seseorang yang dikejar membawa pistol dengan peluru dari perak) ternyata manusia serigala tersebut bisa mati karena beberapa hal, ada yang ditusuk dengan pisau, jatuh dari tingkat atas, dan saya curiga jangan-jangan ada yang mati ketawa karena melihat cerita di film ini???

Terlepas dari itu, emang film ini sama sekali tidak membawa pesan apapun dari film makernya. Film ini Cuma mendompleng cerita manusia serigala yang udah dibuat berbagai versi filmnya. Boleh dikata ni film menunjukkan kalo manusia serigala juga manusia (halah…). Mereka juga ingin terbebas dari kebuasan mereka. Jadi kalo ada tetangga ato sodara anda manusia serigala yang ingin menjadi manusia normal, anda bisa hubungi Tim beserta keluarganya untuk mendapatkan serum anti manusia serigala. Akan tetapi kalo mereka buas tetapi bukan tergolong manusia serigala nah itu mungkin dibawa aja ke rumah sakit gila biar sembuh, ato dikenalkan sama Sumanto si pemakan manusia.

Btw, buat yang penasaran pengen nonton, selamat menonton ya, masih maen kok di bioskop kesayangan anda.

Garfield, si Kucing Gemuk

Kemaren sore, karena bete sambil nungguin komputer di defrag aku iseng nonton film Garfield. Sebenarnya ni film agak lama. Aku ndak tau taun berapa, tapi katanya sequel keduanya juga dah keluar.

Film ini menceritakan si kucing gemuk yang bernama Garfield yang bahagia bersama tuannya Jon. Nah konflik muncul waktu pemiliknya mengasuh anjing baru yang bernama Odie . anjing ini rupanya dengan segera menjadi kesukaan Jon, hal inilah yang diliat oleh Garfield sebagai ancaman, kalo dia bakalan dilupain oleh Jon

Sampe suatu saat si Jon membawa odie tanpa mengikut sertakan si Garfield, ternyata mereka pergi untuk melihat kontes anjing. Di situ si Garfield yang ikut serta secara sembunyi-sembunyi di bak mobil, bikin heboh, karena anjing-anjing peserta kontes pada ngejar si garfield. Dan tak dinyana si Odie yang turun ke panggung kontes menarik para juri dan memilih si odie menjadi anjing pemenang. Nah salah satu juri adalah seorang pembawa acara TV yang mengajak si Jon untuk membawa odie siaran di televisi, tapi Jon menolak karena dia hanya ingin odie jadi anjing biasa aja.

Nah, setelah Garfield menghebohkan kontes anjing itu, Garfield ikut pulang dengan bersembunyi di bawah mobil. Si Garfield masuk rumah duluan, tak dinyana secara tidak sengaja Garfield memporak porandakan rumah, akibatnya dia disuruh tidur di luar. Nah saat itulah, karena rasa bersahabat si Odie, dia juga ikut menemani Garfield di luar. Tak dinyana, si Garfield ini memperdaya Odie, sehingga Garfield tidur di dalam rumah dan si Odie malah tidur di luar. Hal ini diliat oleh dua kucing teman Garfield. Mereka berkata sangat tidak baik membiarkan anjing di luar rumah pada malam hari, karena anjing bisa kabur.

Ternyata kekhawatiran teman Garfield itu terbukti, si Odie kabur dari rumah dan akhirnya ditolong oleh seorang ibu. Besoknya si Jon mencari Odie tetapi tidak ketemu, akhirnya hari itu semestinya adalah kencan pertamanya dengan seorang dokter hewan, temannya eh malah menjadi hari pencarian Odie, tetapi Odie tidak ketemu.

Sementara pembawa acara tv yang ambisius itu, menemukan selebaran bahwa odie ditemukan. Maka dia bergegas menuju rumah ibu yang menemukan odie dan mengaku pemilik anjing. Akhirnya Odie dijadikan binatang pengisi acara di acara miliknya.

Pada saat acara tersebut disiarkan, secara tidak sengaja Garfield melihatnya dan memberitahukan si Jon, tetapi si Jon tidak percaya dan menganggap Garfield hanya bermain-main saja. Karena merasa tidak diperdulikan, maka Garfield merasa harus menyelamatkan si Odie sendiri. Akhirnya dimulailah misi Garfield untuk menyelamatkan si Odie.

Si Jon yang saat itu tersadar bahwa Garfield juga kabur dari rumah, paniklah ia dan akhirnya bersama dokter hewan temannya itu mencari Odie dan Garfield. Scara tidak sengaja si Jon menemukan selebaran yang dipasang oleh ibu yang menemukan Odie. Dari situlah ia tahu kalo si Odie telah diambil oleh penyiar tv itu.

Akhirnya mereka berdua bergegas menuju stasiun tv. Dan ternyata pembawa acara itu telah menuju ke stasiun kereta karena akan menuju ke New York. Garfield ternyata juga telah berada di stasiun kereta api.

Di saat itulah dengan cara asal-asalan si Garfield berhasil mengembalikan kereta si pembawa acara untuk kembali lagi menuju stasiun itu. Pada saat itu dia berhasil menyelamatkan Odie. Dan berhasil mengalahkan pembawa acara tersebut dengan bantuan teman-teman Garfield dan akhirnya mereka bertemu dengan si Jon.

Film ini lucu juga, terutama melihat aksi Garfield dengan goyangan montoknya, yah lucu banget deh pokoknya dan katanya sekuelnya lebih lucu lagi, cari ah filmnya.

Rabu, Januari 16, 2008

Nonton pertama di Royal 21


Mmm, kemarin malam adalah nonton film pertamaku di Royal. Rencana pertama adalah nonton jam tujuh malem, karena Tere datangnya jam tujuh malem, akhirnya kami nonton jam Sembilan malam, but kita udah berangkat sekitar jam delapan kurang seperempat. Sampe sana masih sekitar jam delapan seperempat, lumayan kalo malam perjalanan dari Gedangan ke kota ndak macet jadi bisa cepet sampai di sana. Akhirnya setelah tanya sana-sini cari tempat parkir buat nonton, tibalah kita di parkir P7. Di P7 langsung berada selantai dengan bioskopnya. Setelah itu kami menuju loket. Yang aku lihat layout bioskop ini mirip banget dengan di PTC, Cuma bedanya harganya yang jauh lebih murah. Untuk Nomat di patok sepuluh ribu rupiah saja, sedangkan selasa-jumat tiket berharga lima belas ribu kalo sabtu dan minggu harganya dua puluh ribu saja, murah banget kan. Tapi karena saking murahnya dan berkualitas sama dengan di PTC, walhasil ruamenya minta ampun. Waktu itu mo nonton “Wild ***” but udah tinggal dua deret di depan, akhirnya kami nonton “Quickly Express” film si Tora Sudiro itu di studio tiga yang dimulai pukul setengah sepuluh.

Karena masih setengah Sembilan, kami jalan-jalan dulu di lantai bawah. Waktu jam Sembilan seperempat kami kembali ke bioskop. Karena agak laper akhirnya, kami putuskan untuk membeli kentang goreng dan pop corn (kami beli karena merasa pop corn yang dijual itu punya rasa unik, yang tidak dipunyai oleh pop corn bioskop). Ternyata waktu kami akan masuk ke studio tiga, kami dihalangi karena menurut petugasnya kami tidak boleh membawa makanan dari luar.

Akhirnya kami memilih menyiasatinya dengan cara memasukkan makanan yang kami beli dari luar ke dalam tas kecil yang aku bawa, meski agak sesak juga. Akhirnya berhasil masukklah pop corn plus kentang goreng itu ke studio tiga.

Memang, peraturan dilarang membawa makanan dan minuman itu ada di semua bioskop 21. Hal ini disebabkan karena bioskop itu juga menjual makanan dan minuman di dalam area bioskop. Dan tentu saja mereka gak mau rugi, karena jelas kalau makanan dan minuman dari luar diperbolehkan masuk makan omset penjualan mereka bisa turun.
Kalau menurutku jelas aja jarang yang beli ke sana kalo gak kepepet (hehehe), karena makanan dan minuman di sana jauh lebih mahal daripada di luar, tentu saja karena makanan dan minuman tersebut terkena pajak yang tinggi dan dibebankan kepada penonton. Bandingkan saja, kemaren kami membeli dua botol kecil air mineral merek “Aqua” dengan total kerusakan sebesar tujuh ribu rupiah. Bagaimana kalau beli di Indomaret deket rumah. Cukup dengan seribu tiga ratus , botol kecil itu udah bisa kita tenggak. Jauh banget ya harganya?
Memang baru kali ini saya mendapat teguran untuk tidak membawa makanan dan minuman dari luar dan solusinya adalah kita disuruh untuk menaruh di loker entah lokernya dimana, hehehe. Karena saat itu kami memilih menyiasatinya daripada menaruh makanan yang kami beli di loker yang katanya telah disediakan. Di tempat lain, emang gak pernah ditegur sih kalau bawa makanan atau minuman dari luar.

Dari sini, kami memilih menyiasatinya (maklum tergolong ekonomi sulit). Jika kami ingin menonton, maka kami akan beli makanan dan minuman dari luar dan masukkan ke dalam tas bawaan. Pastinya mereka gak akan menggeladah tas hanya untuk mencari makanan dan minuman dari luar. Yang kedua adalah, jika terpaksa membeli makanan dan minuman di dalam area bioskop, jangan buang tas plastic belanjaannya. Karena di tas plastic tersebut ada logo 21 yang lumayan bisa kita pake untuk menyiasati peraturan ini. Dan tentu saja dengan menggunakan kembali tas plastic tersebut, maka kita membantu bumi, karena tas plastic adalah produk yang tidak mudah diuraikan oleh tanah (hehehe, alesannya ada aja ya).

Permulaan tahun 2008

Ini adalah blog pertamaku di tahun 2008. Tahun 2007 lalu banyak kenangan dan kepahitan yang harus dijalani, tapi itu semua adalah proses yang harus dijalani.

Awal tahun ini juga merupakan awal proses baru. Tahun ini adalah awal berkarir di Universitas Trunojoyo sebagai CPNS di Biro Administrasi Akademi Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi (BAAKPSI). Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan untuk berkarir di pulau garam Madura, tepatnya di Kamal, Bangkalan. Sebenarnya beberapa pertimbangan adalah potensi dari Madura itu sendiri. Aku sih meyakini setelah jembatan Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa dan pulau Madura jadi (yang diperkirakan tahun 2008 selesai) maka percepatan pertumbuhan ekonomi di pulau ini akan segera terjadi.


Pertama kali aku mengenal Universitas Trunojoyo dari temenku (anggota GMKI Surabaya) yang kuliah di sini sekitar tahun 2000 lalu. Dulu namanya adalah Universitas Bangkalan, lalu setelah perguruan tinggi ini statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri, maka namanya berubah menjadi Universitas Trunojoyo.

Perkenalan kedua adalah waktu mencari lokasi syuting di Pulau Madura pada tahun 2006 lalu. Aku, Kandi, Titik dan mas Iman (Suami Titik) mencari pantai alami di pulau Madura untuk dijadikan lokasi syuting. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri melihat Universitas Trunojoyo ini. Waktu itu hari minggu dan memang gak ada aktifitas di kampus itu. Mas Iman dan Titik menyempatkan untuk sholat di mesjid Universitas Trunojoyo. Dan saat itulah aku berada di Universitas Trunojoyo untuk yang kedua kali.


Saat ini aku masih belum aktif bekerja di Universitas Trunojoyo. Tapi ada kegembiraan juga berkarir di sini. Yang pertama adalah pekerjaan yang tidak jauh dari pekerjaan sebelumnya. Yang kedua adalah bertemu lagi teman seangkatan di Sosiologi Unair 1997. Ya, akhirnya kami (aku dan Kak Yudi – panggilan buat orang Madura, hehehe) berkumpul bersama lagi. Halah sok romantisme. Btw, emang dari dulu aku n Kak Yudi lumayan deket, bedanya kalo Kak Yudi tuh pinter aku tuh bodo, hehehe. Buktinya yang jadi Dosen di Universitas Trunojoyo kak Yudi. Btw, emang kak Yudi nih patut dibanggakan, salah satunya adalah dia adalah mahasiswa pertama yang mengisi jurnal milik Sosiologi Unair, dimana waktu itu penulis jurnal lain adalah dosen-dosen Sosiologi Unair. Wah pokoknya keren lah.

Jumat, Desember 07, 2007

Survey kenyamanan penghuni di tempat tinggalku


Kemarin malam, ada petugas survey yang datang ke rumah untuk menanyakan kenyamanan tinggal di perumahanku. Ya ini bukan kali pertama petugas itu melakukan survey. Survey pertama dilakukan by phone, kalo tidak salah sekitar bulan lalu dan yang kedua adalah tadi malam.

Beberapa pertanyaan yang harus dijawab penghuni antara lain kebersihan, keamanan lingkungan, dan pemanfaatan fasilitas perumahan.

Akhirnya aku jawab dengan standar-standar aja dengan jawaban klise, bagus, bagus dan bagus hehehehe. Emang gimana lagi, secara aku tinggal di sini udah dua taunan, mulai dari perumahan ini hanya punya tiga cluster sampai menjadi menjadi enam cluster plus club house.

Cerita mengenai club house, di survey itu sempat ditanyakan pernah gak memanfaatkan fasilitas club house, ya aku bilang aja emang aku gak pernah maen ke sana. Nah dari situ, aku tiba-tiba kepengen maen ke club house, lagian secara udah tinggal lama di situ, dan pernah maen ke sana. Akhirnya hari sabtu, seminggu kemaren aku ke sana dengan niatan berenang.

Berenang? Yah secara aku ndak bisa berenang gitu lho. Tapi emang sih sempat dulu dapat kursus kilat sama temenku waktu lagi penelitian di Tuban. Waktu itu kita maen ke tengah laut, trus ada bagian dangkal di tengah laut itu, belajar berenanglah di sana.

Tapi itu kan empat tahun dulu, kalo sekarang?
Nah dengan niatan belajar berenang lah aku berangkat ke club house sekalian ngintip fasilitas club house. Aku berangkat bareng teri, pacarku yang juga gak bisa berenang . Dia niatannya hanya berendam aja malah, hahahaha.

Begitu tiba di sana, ehh ternyata rame anak SD yang pake kolam renang buat mengisi mata pelajaran olah raga agak tengsin juga sih pertamanya. Trus aku daftarin ke bagian loketnya. Penawarannya sih begini, kalo bukan member bayarnya 17.500 tapi kalo member bayar Cuma 12.500. nah untuk jadi member syaratnya adalah penghuni di perumahan ini dan membayar administrasi sebesar 30.000 untuk iuran setahun. Akhirnya aku pilih jadi member.

Ternyata fasilitas di club house banyak juga, mulai dari kolam renang, lapangan basket, lapangan futsal, lapangan tenis, lapangan bulu tangkis sampe gedung pertemuan segala ada di sana. Wah jadi gak rugi deh daftar member. Cuma sayangnya fasilitas untuk fitness masih belum lengkap. Waktu aku intipin Cuma ada keliatan dua threadmill di sana.

So dari kunjungan ke club house itu, aku dapat menyimpulkan bahwa benarlah jika berinvestasi di perumahan ini.